Minggu, 30 Maret 2014

Pandangan Beberapa Ulama Jihad Terhadap ISIS

Kewajiban jihad tetap akan berlangsung hingga hari akhir, dan pada hari ini jihad merupakan fardhu ‘ain (kewajiban setiap muslim) menurut kemampuan masing-masing.

Namun demikian, jihad memiliki kaidah-kaidah, pedoman-pedoman, serta aturan-aturan. Hukumnya pun bisa berbeda-beda. Begitu pula dengan lawan, yang dalam jihad juga harus teridentifikasikan secara jelas. Perang dapat diarahkan kepada pihak-pihak yang menurut syari’at diperbolehkan untuk dilancarkan, bukan asal disebut musuh. Yang jelas, tidak setiap perlawanan yang dimobilisasi atau terorganisir bisa disebut jihad.

Sebagaimana amalan-amalan lain dalam Islam, jihad juga merupakan amalan syar’i, dan merupakan salah satu ibadah paling afdhal (utama). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya : “Amal perbuatan apakah yang paling afdhal?”. Beliau menjawab :”Iman kepada Allah dan RasulNya.” (Dalam riwayat Muslim, tanpa “RasulNya”). Ditanyakan lagi kepada Beliau : “Kemudian apa?”. Beliau bersabda :”Jihad di jalan Allah”. Beliau ditanya lagi : “Kemudian apa?”. Beliau bersabda : ”Haji yang mabrur”. (Muttafaq ‘Alaih)

Jika demikian halnya, maka jihad memiliki ketentuan-ketentuan yang rujukannya adalah syari’at Allah, bukan hawa nafsu, dan bukan pemaksaan kehendak dari kelompok tertentu manapun.

Jihad bukan persoalan sederhana yang hanya membutuhkan keberanian dan tidak takut mati. Jihad adalah ibadah yang memiliki konsekuensi hukum amat luas dan beresiko tinggi, bahkan bisa fatal.

Jika sasarannya orang-orang kafir saja, status mereka juga harus jelas, apakah mereka termasuk orang-orang yang boleh diperangi ataukah tidak. Sebab, pada sekelompok orang-orang kafir tersebut ada kafir harbi, kafir dzimmi atau kafir mu’ahad. Begitu juga di kalangan mereka ada wanita, anak-anak dan orang-orang lanjut usia.

Untuk menetapkan, apakah orang kafir tersebut harbi atau tidak, dan apakah peperangan kepada mereka dibenarkan atau tidak, khususnya pada zaman sekarang ini, tentu persoalannya memerlukan kajian serius dan tidak bisa digeneralisir. Apalagi jika persoalannya adalah sasaran jihad itu ditujukan kepada sekelompok kaum muslimin.

Maka dalam hal ini umat Islam pada umumnya dan mujahidin pada khususnya sangat memerlukan bimbingan para ulama yang shalih dan terkenal kelurusannya, bukan tokoh-tokoh yang berhaluan Khawarij, Murji’ah atau Mu’tazilah, atau orang-orang majhul yang belum dikenal keilmuannya dan belum diketahui kelurusan akidah dan manhajnya.

Dan hari ini dalam kancah jihad Syam, kaum muslimin dibuat bingung oleh perselisihan yang terjadi di kalangan mujahidin, khususnya perselisihan antara jamaah Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) dengan jamaah-jamaah mujahidin lainnya. Padahal mereka masih memiliki para ulama yang tsiqah (terpercaya), yang bersih aqidahnya, lurus manhajnya, dan nyata amalnya serta ilmunya menjadi rujukan bagi kaum muslim di berbagai belahan dunia.

Maka kami bawakan disini sedikit perkataan mereka, untuk menjadi penerang ditengah gelapnya kezhaliman. Diantara mereka adalah Syaikh Ayman Az-Zhawahiri, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, Syaikh Abu Qatadah Al-Fillisthini, Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-’Ulwan, Syaikh Abu Bashir Ath-Thurtusi, dan Syaikh Abdul Aziz At-Thuraifi. Selamat menyimak…

Syaikh Ayman Az-Zhawahiri

Sabtu, 29 Maret 2014

Jawaban Awal Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami Terhadap Tantangan Mubahalah


Setelah Syakh Abu Abdullah Asy-Syami hafizhahullah menyampaikan pesan audio dalam pernyataanya yang berjudul LATUBAYYINUNNAHU LINNASI WALAA TAKTUMUUNAH, yang terbit tanggal 4 maret 2014 yang lalu, mucullah 3 hari berikutnya (7 maret 2014) pesan audio dari Abu Muhammad Al-Adnani, jubir ISIS sebagai jawaban atas pesan audio Abu Abdullah Asy-syami, dengan judul TSUMMA NABTAHIL FANAJ'AL-LA'NATALLAHI 'ALALKADZIBIN yang diantara isinya mendustakan perkataan Abu Abdullah Asy-syami dan mengajaknya untuk mubahalah.

Bagaimana Abu Abdullah Asy-syami menanggapi pernyataan Al-Adnani?, berikut ini kami terbitkan pernyataan audio Syekh Abu Abdullah Asy-syami yang sejatinya telah terbit sejak 16 maret yang lalu, namun kami baru menyelesaikan terjemahannya sekarang ini. Pesan audio ini beliau beri judul : WALAW ANNAHUM FA'ALUU MAA YUU'AZHUUNA BIHI LAKAANA KHOIRON LAHUM WA ASADDA TATSBIITA. Adapun jawaban akhir Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami atas tantangan Mubahalah Jubir ISIS, Al-Adnan telah kami terbitkan lebih dulu sebelumnya yang berjudul Al-Mubahalah.

*******

Yayasan media Al Bashiroh mempersembahkan:

Pernyataan Syaikh Abu Abdillah Asy Syami, semoga Allah menjaga beliau,

Anggota majlis Syuro, dan anggota dewan Syariat pusat Jabhah Nushrah

dengan judul:

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

“Seandainya mereka mengerjakan apa yang dinasehatkan kepada mereka, tentu itu lebih baik bagi mereka dan lebih mengukuhkan”. (QS.Annisa :66)

Kamis, 27 Maret 2014

Al-Mubahalah, Pesan Audio Syaikh Abdullah Asy-Syami

Berikut ini kami terbitkan terjemahan pesan audio Syekh Abu Abdullah Asy-syami, dalam rentetan penjelasan Abu Abdullah Asy-Syami Hafizhahullah dan jawaban serta tantangan Mubahalah dari Abu Muhammad Al-Adnani, jubir ISIS.

Pesan kali ini beliau beri judul Al-Mubahalah.



بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya milik Allah, Rabb seluruh alam, kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa, dan tidak ada permusuhan kecuali atas orang-orang yang zhalim.

Sholawat dan salam semoga terlimpah atas Nabi yang terpercaya, keluarganya, sahabatnya dan siapa saja loyal kepadanya.

Sabtu, 22 Maret 2014

Video Kesaksian Utusan Bin Ladin, Abu Faros As-Suri Soal ISIS (Jelang Waktu Mubahalah)

Terkait dengan Jawaban Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami (Anggota dewan syariah Jabhah Nushrah) terhadap pesan Audio Abu Muhammad Al-Adnani (yang diantara isinya mengajak Abu Abdullah untuk Mubahalah), maka Yayasan Media Al-Basira milik Jabhah Nushrah menerbitkan beberapa kesaksian dari para ulama dan senior Jabhah Nushrah yang akan diterbitkan secara bertahap untuk menguatkan apa yang disampaikan oleh Abu Abdullah Asy-Syami hafizhahullah sebelum habisnya tenggat waktu untuk Mubahalah.
**************
KESAKSIAN-KESAKSIAN SEBELUM HABISNYA TENGGAT WAKTU MUBAHALAH
KESAKSIAN SYAIKH ABU FAROS AS-SURIY  -SEMOGA ALLAH MENJAGANYA-.

Jumat, 21 Maret 2014

Kesaksian Mantan Juru Damai ISIS, Syaikh Abu Sulaiman Muhajir (Jelang Batas Waktu Mubahalah)



Terkait dengan Jawaban Syaikh Abu Abdullah Asy-syami (Anggota dewan syariah Jabhah Nushrah) terhadap pesan Audio Abu Muhammad Al-Adnani (yang diantara isinya mengajak Abu Abdullah untuk Mubahalah), maka Yayasan Media Al-Basira milik Jabhah Nushrah menerbitkan beberapa kesaksian dari para ulama dan senior Jabhah Nushrah yang akan diterbitkan secara bertahap untuk menguatkan apa yang disampaikan oleh Abu Abdullah Asy-Syami hafizhahullah sebelum habisnya tenggat waktu untuk Mubahalah.

**************


KESAKSIAN-KESAKSIAN SEBELUM HABISNYA TENGGAT WAKTU MUBAHALAH

KESAKSIAN SYAIKH ABU SULAIMANALMUHAJIR  -SEMOGA ALLAH MENJAGANYA-.


Rabu, 19 Maret 2014

Serangan Bom Mobil ISIS Terhadap Kamp Pengungsian Bab As-Salam

Sebuah kamp pengungsian kaum muslimin Suriah bernama BABUS-SALAM di perbatasan turki, dihantam bom-mobil oleh pelaku bom bunuh diri pada akhir Februari 2014.

Seorang warga pengungsi tampak marah dan begitu heran dengan tindakan ISIS, yang betapa beraninya berbuat amaliyah seperti itu, kemarahan itu disampaikannya saat menjelaskan bahwa pelaku peledakan itu adalah anggota ISIS, seperti diberitakan pula di media-media berbahasa Arab.


Senin, 17 Maret 2014